Metode Pengajaran Matematika SMP

Metode Pengajaran Matematika di Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Abstract
Pendidikan merupakan suatu kesatuan yang dinamis dalam kehidupan manusia yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik, jiwa, sosial, dan moralitasnya. Sehubungan dengan hal tersebut, berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan perlu terus menerus dilakukan secara konvensional maupun inovatif, kualitas pendidikan dapat ditingkatkan apabila proses pembelajaran berlangsung secara efektif. Dalam hal ini, pemerintah sebagai penentu kebijakan di bidang pendidikan telah berusaha untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya pembaharuan dibidang kurikulum dan pemilihan metode pembelajaran, serta meningkatkan media pembelajaran dan adanya kerjasama antara orang tua murid dengan guru dan lingkungan masyarakat.

Dengan diberlakukanya sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah bertujuan menuntut siswa untuk bersikap aktif, kreatif dan inovatif dalam menanggapi setiap pelajaran yang diajarkan. Setiap siswa harus dapat memanfaatkan ilmu yang diperolenya dalam kehidupan sehari-hari, untuk itu setiap pelajaran selalu dikaitkan dengan manfaatnya dalam lingkungan sosial masyarakat. Sikap aktif, kreatif, dan inovatif terwujud dengan menempatkan siswa sebagai subyek pendidikan. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut maka yang paling penting adalah adanya efektivitas dalam proses pembelajaran yang dapat menghasilkan belajar yang lebih baik dari sebelumnya.
Peran guru merupakan sebagai fasilitator dan bukan sumber utama pembelajaran. Untuk menumbuhkan sikap aktif, kreatif dan inovatif dari siswa tidaklah mudah. Fakta yang terjadi adalah guru dianggap sumber belajar yang paling benar. Guru diharapkan mampu memilih metode mengajar yang baik.
Metode mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dan tujuan pengajaran tercapai. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu diketahui dalam mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar. ”Tidak ada satu metode mengajar yang baik untuk semua pembelajaran artinya suatu metode akan efektif penggunaannya apabila sesuai dengan tujuan tertentu dan situasi yang terkait secara langsung dengan pembelajaran”.

Kata kunci : Metode, Pengajaran, Matematika

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai peranan yang sangat penting. Guru tidak hanya di tuntut untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa , guru juga harus juga bisa mengatasi masalah para siswa. Sering kita lihat kecenderungan para siswa jauh terhadap pelajaran matematika. Biasanya masalah ini muncul ketika mereka kurang mengusai konsep-konsep yang merupakan hal terpenting dalam mempelajari matematika. Dengan demikian perlu memperhatikan khusus dari pihak guru, karena keberhasilan pengajaran matematika disamping siswa mempunyai minat dan motivasi, guru harus bisa membangkitkan motivasi dan minat para siswa sehingga diharapkan proses pengajaran dapat tercapai. Dalam mengajar terjadi suatu proses menguji strategi, menguji rencana yang memungkinkan timbulnya perbuatan belajar pada murid. Suatu perbuatan dikatakan tindakan mengajar jika tindakan itu didasarkan atas rencana yang matang dan teliti. Dengan rencana yang matang, teliti dan tepat dapat diharapkan tercapai tujuan belajar yang dikehendaki secara efektif.
Bagaimana menyusun rencana yang efektif ini adalah salah satu peranan yang harus dimainkan oleh seorang guru. Dalam hal ini metode mengajar merupakan bagian dari suatu rencana dan tindakan mengajar, tetapi metode mangajar bukanlah suatu tujuan sebaik-baiknya. Dengan demikian perlu dibahas metode yang tepat dalam menyampaikan pelajaran matematika.


B. Identifikasi Masalah

1. Komponen – komponen yang harus diperhatikan oleh seorang guru
2. Kelebihan dan kekurangan dari metode ceramah, metode diskusi, metode ekspositori, metode resitasi, metode karya wisata.

C. Batasan Masalah

Agar dalam pembahasan tidak menyimpang, maka penulis akan memberi batasan tentang metode yang digunakan dalam belajar matematika yaitu metode ceramah, metode diskusi, metode ekspositori, dan metode resitasi, karya wisata.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah ditulis di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah – masalah sebagai berikut :
1. Komponen – komponen apakah yang harus diperhatikan oleh seorang guru?
2. Metode apa yang digunakan seorang guru untuk mencapai keberhasilan?
3. Apakah kekurangan dan kelebihan dari metode ceramah,metode diskusi, metode ekspositori, metode resitasi, metode karya wisata?

E. Tujuan

Dengan metode pengajaran yang sesuai dengan diharapkan, proses pengajaran matematika dapat berhasil yaitu siswa dapat menerima dan menguasai semua materi yang diberikan oleh guru.

F. Manfaat

a. Bagi penulis, dapat memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan pengajaran matematika ke dalam proses belajar mengajar.
b. Bagi guru, dapat digunakan sebagai bahan masukkan tentang suatu alternatif pengajaran matematika dalam kelas untuk meningkatkan pemahaman belajar matematika siswa dengan beberapa metode.
c. Bagi siswa terutama sebagai subyek di dalam proses pengajaran, diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai adanya kebebasan dalam belajar matematika secara aktif, kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan penyelidikan sesuai perkembangan berfikirnya.


PEMBAHASAN

Untuk memperoleh keberhasilan dalam pengajaran matematika seorang guru harus terlebih dahulu menyusun rencana yang akan dilaksanakan. Inti dari rencana tersebut adalah suatu kemamp[uan untuk mengembangkan variable-variable dan kemampuan untuk mengambil keputusan. Dalam penyusunan guru harus memperhatikan komponen – komponen antara lain :
1. Guru harus mengetahui tujuan yang harus dicapai dalam pengajaran.
2. Guru harus mempunyai strategi pengajaran, yaitu situasi belajar sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai.
Dalam hal ini adalah penggunaan metodepengajaran yang tepat.
Dari komponen yang kedua, maka guru dapat menentukan macam metode yang akan digunakan setelah ia mengetahui tujuan yang dikehendaki.
Jenis – jenis metode yang akan digunakan antara lain :
A. Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Hampir dalam segala keadaan metode ceramah dianggap paling baik bagi seorang guru untuk menyampaikan materi pelajaran, karena dalam waktu yang bersamaan secara langsung dapat menjawab setiap pertanyaan yang timbul dari siswa, dan metode ceramah paling banyak dipakai karena dianggap paling mudah dilaksanakan. Kalau bahwa pengajaran dikuasai dan sudah ditentukan urutan penyampaiannya, guru tinggal memaparkan di depan kelas.
Gambaran pengajaran matematika dengan pendekatan ceramah adalah sebagai berikutnya, guru mendominasi kegioatan belajar mengajar, definisi dan rumus berikutnya, penurunan rumus atau pembuktian dalail dilakukan sendiri oleh guru.
Kekuatan atau kelebihan metode ceramah antara lain :
1. Dapat menampung kelas besar, tiap murid mempunyai kesempatan yang sama untuk mendengarkan, dank arena biay yang dikeluarkan relative lebih murah.
2. Bahan pelajaran atau keterangan dapat diberikan secara urut oleh guru.
3. Guru dapat memberi tekanan terhadap hal – hal yang penting, sehingga waktu dan energi dapat digunakan sebaik mungkin.
4. Isi silabus dapat diselesaikan dengan mudah, karena guru tidak harus menyesuaikan dengan kegiatan belajar siswa.
5. Kekurangan apa tidak hanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat dilaksanakannya pelajaran dengan ceramah.
Kelemahan atau kekurangan metode ceramah, antara lain :
1. Pelajaran berjalan membosankan siswa, dan siswa menjadi pasif karena tidak diberi kesempatan untuk menemukan sendiri konsep – konsep yang diberikan.
2. Kepadatan konsep yang diberikan dapat berakibat siswa tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.
3. Pengetahuan yang diperoleh melalui ceramah lebih cepat terlupakan.
4. Ceramah menyebabkan murid menjadi belajar menghafal yang tidak mengakibatkan timbulnya pengartian.
5. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
6. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
B. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).
Dalam beberapa hal siswa secara aktif mengikuti diskusi dengan mengemukakan pendapatnya atau pandangannya. Dalam hal ini guru selaku pemimpin dapat membimbing diskusi kearah yang akn dituju, sehingga dapat menjaga agar diskusi tidak ,menyimpang dari topic yang dibahas dan manjaga agar semua anggota kelompok diskusi memperoleh kesempatan berpartisipasi.
Kelemahan atau kekurangan metode diskusi :
1. Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar
2. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas
3. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
4. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal
5. Mencoba mendominis pembincangan, sedangkan lainnya segan ikut berpartisipasi, hal yang demikian mengakibatkan karena sifat pribadi, yaitu adanya perbedaan tingkat pengetahuan para siswa.
Kelebihan dari metode diskusi :
1. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
2. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
3. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi.
4. Mempertinggi partisipasi siswa secara aktif dan individu, sehingga mempertinggi partisipasi secara keseluruhan.
C. Metode Ekspositori
Pada ekspositori dominasi guru banyak berkurang, karena tidak terus bicara saja. Dia berbicara pada awal pelajaran, menerangkan materi dan contoh soal, dan pada waktu yang diperlukan saja. Kalau dibandingkan dengan dominasi guru dalam interaksi kegiatan belajar mengajar, metode ceramah lebih berpusat pada guru dari pada metode ekspositori. Melihat perbedaan diatas, cara mengajar yang umumnya digunakan para guru matematika adalah lebih cepat menggunakan metode ekspositori dari pada metode ceramah.
Beberapa kali penelitian (di Amerika Serikat) menyatakan metode ekspositori merupakan cara mengajar yang efektif dan efisien. Demikian pula keyakinan para ahli teori belajar mengajar. David P. Ausubel berpendapat bahwa metode ekspositori yang baik ialah cara mengajar yang paling efektif dan efisien dalam menanamkan belajar bermakna.
Kalau materi yang disajikan kepada murid lengkap sampai bentuk akhir yang berupa rumus atau pola bilangan, maka cara belajar siswa dikatakan belajar menerima, misalnya luas segitiga diberikan lengkap sampai rumus L = a.t pada belajar dengan penemuan, bentuk akhir yang berupa rumus, pola atau aturan itu harus ditemukan sendiri oleh siswa. Proses penemuan dapat dilakukan sendiri oleh siswa atau dapat pula dengan bimbingan.
Ada dua macam perbedaan belajar :
1. Belajar dengan menghafal
2. Belajar dengan pengertian
Pada belajar dengan pengertian yang diutamakan adalah prosesnya, sedangkan hasilnya nomor dua. Belajar menerima atau belajar dengan menghafal atau belajar dengan pengertian. Kalau seorang anak belajar teorema pytagoras lengkap dengan rumusnya dengan cara menerima, selanjutnya rumus itu selalu dikaitkan dengan hubungan antara ukuran sisi siku – siku dan sisi miring segitiga siku – siku maka belajar menerima itu menjadi belajar pengertian. Apabila seorang murid memperoleh teorema pytagoras itu melalui penemuan kemudian rumus selalu dikaitkan dengan hubungan antara sisi siku-siku, maka belajar dengan penemuan itu menjadi belajar pengertian. Jika ada murid misalkan belajar deret : Sn = a (n-1)b , seorang belajar dengan menerima dan lainnya dengan penemuan, tetapi selanjutnya hanya belajar menghafal saja. Dari uraian tentang metode ekspositori, metode ini memeng baik dilihat dari efisien dan efektifitas. Tetapi metode kalau digunakan dengan tepat akan menjkadi metode yang baik.

D. Metode Resitasi
Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri
Metode ini lebih dikenal dengan sebutan pekerjaan rumah ( pemberian tugas ). Yang perlu di perhatikan dalam memberikan tugas adalah :
a. Tujuan harus jelas
Agar hasil belajar memuaskan, maka guru merumuskan tujuan yang hendak dicapai oleh siswa. Contoh siswa diharapkan dapat menyelesaikan persamaan kuadra dengan rumus ABC, maka terlebih dahulu guru menerangkan bagaimana rumus itu terjadi. Dari bentuk umum persamaan kuadrat yaitu :
ax2 + bx + c = 0, a ≠ 0 menjadi :

X12 =
b. Petunjuk jelas
Dalam memberikan tugas pekerjaan rumah guru hendaknya mengajukan langkah-langkah yang perlu dipelajari agar siswa tidak bingung bagaimana cara mengerjakannya. Contoh untuk mencari penyelesaian pertidaksamaan kuadrat, guru member petunjuk yang jelas langkah-langkah mengerjakannya yaitu : pertidaksamaan kuadrat ax2 + bx + c ≠ 0 , a ≠ 0
1. Dicari pembulat nol dari pertidaksamaan diperoleh dengan ax2 + bx + c = 0 , ditemukan x1 dan x2
2. Dibuat gambar garis bilangan dan pembuat nol nya.
3. Dicari tanda dari nilai ax2 + bx + c dalam satu interval. Dengan langkah tersebut baru dapat menghitung himpunan penyelesaiannya tergantung soalnya, apakah yang lebih besar atau lebih kecil.
Kelebihan dari metode resitasi adalah :
1. Merangsang siswa berusaha lebih baik, memupuk inisiatif
2. Siswa dapat bertanggung jawab dan berdiri sendiri
3. Memperkuat hasil belajar dengan mengadakan latihan
4. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
Kelemahan dari metode resitasi adalah :
1. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
2. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
3. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual

E. Metode Karya Wisata
Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.
Kelebihan metode karya wisata adalah :
1. Karya wisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
2. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
3. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
Kekurangan metode karya wisata sebagai berikut :
1. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
2. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
3. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
4. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
5. Biayanya cukup mahal.
6. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
Kadang-kadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjautempat tertentu atau obyek yang lain., karya wisata bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu dikatakan teknik karya wisata, ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu bengkel mobil, toko serba ada, dan sebagainya.
Teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Juga mereka bisa melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.
Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya perlu memeperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Persiapan, dimana guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok, serta mengirim utusan.
2. Pelaksanaan karya wisata, dimana pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya, memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama, mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi, demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya, serta memberi petunjuk bila perlu, (c) Akhir karya wisata, pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh, menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar, model-model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya.
Karena itulah teknik karya wisata dapat disimpulkan memiliki keunggulan sebagai berikut:
1. Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah, sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan mereka.
2. Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka.
3. Dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab, menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan teorinya ke dalam praktek.
4. Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi, yang tidak terpisah-pisah dan terpadu.
Penggunaan teknik karya wisata ini masih juga ada keterbatasan yang perlu diperhatikan atau diatasi agar pelaksanaan teknik ini dapat berhasil guna dan berdaya guna, ialah sebagai berikut: Karya wisata biasanya dilakukan di luar sekolah, sehingga mungkin jarak tempat itu sangat jauh di luar sekolah, maka perlu mempergunakan transportasi, dan hal itu pasti memerlukan biaya yang besar. Juga pasti menggunakan waktu yang lebih panjang daripada jam sekolah, maka jangan sampai mengganggu kelancaran rencana pelajaran yang lain. Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah. Bila tempatnya jauh, maka guru perlu memikirkan segi keamanan, kemampuan pihak siswa untuk menempuh jarak tersebut, perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di proyek ataupun hal-hal yang berbahaya.

PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari metode-metode yang diuraikan dalam pembahasan, masing-masing ada kekuranganya dan kelebihannya dan dalam proses pengajaran sebaiknya kita dapat menggabungkan dari beberapa metode yang ada misalnya : metode ceramah didukung dengan metode tugas atau pekerjaan rumah. Yaitu setelah guru memberikan ceramah, untuk lebih memantapkan penguasaan materi maka siswa diberi tugas untuk mengerjakan pekerjaan rumah, metode ceramah dengan diskusi yaitu setelah guru memberi ceramah dengan maksud memberi penjelasan atau informasi mengenai bahan yang akan dibahas dalam diskusi oleh siswa. Kita juga menggabungkan dari beberapa metode pengajaran sesuai dengan materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa, sehingga pengajaran dapat berhasil , sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

B. Saran
Seharusnya guru dalam penyampaian materi pelajaran matematika benar-benar menguasai materi dan memahami bahan yang akan dikerjakan, dan dengan menggunakan metode yang tepat. Siswa tidak akan memahami sesuatu yang tidak dipahami oleh guru itu.

DAFTAR PUSTAKA
Purwanto, Ngalim. 1984 . Psikologi Pendidikan. Bandung
Hamalik, Oemar. 1980 . Metode Belajar dan Kesulitan – Kesulitan. Bandung
Martono, Trisno. 1984. Strategi Belajar Mengajar PBM 101. Surakarta
Wikel, Wos. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Gramedia: Jakarta


By : Afri Galih Gandatri

0 komentar:

Poskan Komentar